Sabtu, 31 Juli 2010

Jangan Mengeluh Akh


Assalamualaikum
bagaimana dengan kabar iman hari ini?
dan bagaimana dengan hati
semoga allah berikan ketetapan pada hati ini
untuk terus menyusuri jalan dakwah ini
walau terkadang
fitnahan, hujatan, cacian, dan makian seringkali mewarnai
perjalanan panjang ini dan
raga jiwa harta dan air mata
telah kita persembahkan di jalan ini
hingga terkadang lelah dan jenuh
menghampiri setiap jejak perjuangan mengarungi jalan ini

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta
mereka dengan memberikan surga untuk mereka
mereka berperang pd jalan allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh
dan siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah

Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.
(Q.S.At-aubah 111)

saudaraku
mari tanyakan pada hati kita
pantaskah kita mengeluh
dalam mengarungi jalan ini
karena hakikatnya
komitmen adalah sebuah totalitas perjuangan
dakwah ini,
ada atau tidaknya kita disana
dakwah akan tetap di perjuangkan
namun
apakah syurga tidak bgitu menggiurkan untukmu

saudaraku
mari kita tengok sejenak
potret sebuah negeri
dimana perjuangan pengorbanan tak kenal lelah

Palestina,
perjuangan pengorbanan dan Takbir
membaharu, menggentarkan musuh-musuh allah
jiwa nyawa dan air mata yang mulai terevaporasi
telah mereka persembahkan
lebih dari yang kita persembahkan
semua, demi teganya islam di muka bumi
dan menyelamatkan bumi, para anbiya
semua berlomba-lomba, menjemput seni kematian yg paling indah
dan sesungguhnya mereka tidak mati
mereka hidup di sisinya
bagaimana dg kita
karya apa yang sudah kami persembahkan untuk dakwah ini
kami tidak pernah tahu
harus sampai kapan jiwa raga ini harus dipersembahkan
harus berapa deras darah ini harus dialirkan
harus sejauh mana kaki ini terus dilangkahkan
untuk membangun peradaban sebuah negeri yang allah titipkan
namun jiwa raga ini, darah ini, kaki ini,
tanpa jemu ragu harus terus diserahkan
hingga allah kelak menggantikannya
dg ridho dan syurganya nan indah dan penuh kedamaian,,,

Mencapai tujuan hidup


Assalamualaikum sahabat,, sedang risau, ataupun gelisah?
Coba kita renungkan beberapa hikmah ini

Demi masa.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Q.S 103:1-3)
Sahabat..
mari berhenti sejenak merenung ke dalam diri
apa tujuan hidupmu wahai sahabat?

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
(Q.S 51:56)

Justru itu apa yang telah kita lakukan hari ini?

Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata
(Q.S 36:12)

Sahabat,adakah kita mengerti, apakah sebenarnya hakikat hidup ini?
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
(Q.S 57:20)

Sahabat,Apakah kita masih ragu-ragu?

Turunnya Al-Quran yang tidak ada keraguan di dalamnya, (adalah) dari Tuhan semesta alam.
(Q.S 32:2)

Siapakah yang menurunkan ayat-ayat ini?

Kitab (ini) diturunkan dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(Q.S 45:2)

Mengapa terkadang kita terasa susah sangat mau menerima?

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?
(Q.S 54:17)

Namun, masih ada diantara kita yang memandang dg sebelah mata,

Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini?
(Q.S 56:81)

Sahabat..
Kita terkadang terlalu berlomba-lomba mencari uang dan kesenangan dunia
Tapi, Allah berfirman

Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
(Q.S 57:21)

Oh, ku baru sadar betapa pengasihnya allah pada hambanya..
Sahabat..
Adakah dunia ini tujuan hidup kita

Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala keppadamu dan Dia tidak akan memint harta-hartamu.
(Q.S 47:36)

Jadi inikah kehidupan kita?

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.
(Q.S 29:64)

Tapi, sahabat lamakah hidup di dunia ini?

Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui
(Q.S 23:114)

hakikatnya, kehidupan dunia atau akhirat yang lebih baik?

Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan)
(Q.S 93:4)

Justru, jika kita mengetahuinya apa yang kita lakukan duhai sahabat?

Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia,
dan meninggalkan (kehidupan) akhirat.
(Q.S 75:20-21)

Apakah Kita semua mau masuk syurga?

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.
(Q.S 3:142)

Sahabat..
Siapakah yang lebih baik menjadi tempat kita bergantung dan memohon pertolongan dalam mencapai cita-cita murni kita, yaitu syurga?

Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari padaNya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
(Q.S 32:4)

Justeru sahabat, senantiasalah kita muhasabah diri, agar kita tetap berada di landasan agamanya..
senantiasalah mentadabburi ayat-ayat Allah, agar hati kita senantiasa hidup dengan cahaya keimanan
Wallahu'alam

Kamis, 29 Juli 2010

Menuju Surga dengan Cinta


Setiap individu pasti akan merasai cinta dan mencintai sesuatu. Cinta adalah perasaan
halus yang dimiliki hati setiap manusia, dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam Islam, cinta merupakan masalah utama dalam kehidupan dunia dan akhirat. Ini karena Islam
sendiri merupakan agama yang berasaskan cinta. Sabda Rasullulah SAW.: "Tiga perkara yang
apabila terdapat pada diri seseorang maka ia akan mendapat manisnya iman, yakni: Allah dan Rasul-
Nya lebih ia cintai daripada yang lain; mencintai seseorang hanya karena Allah, dan benci untuk
kembali kepada kekafiran sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka
" (HR. Bukhari
dan Muslim)
Oleh karena itulah Islam menyeru kepada cinta, yaitu cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah,
cinta kepada agama, cinta kepada aqidah, juga cinta kepada sesama makhluk
, sebagaimana Allah
menjadikan perasaan cinta antara suami istri sebagai sebagian tanda dan bukti kekuasaan-Nya,
firman Allah SWT: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-
istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-
Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir
(QS. Ar-Ruum: 21).
Jelaslah bahwa cinta adalah tanda kehidupan ruhani dalam aqidah orang mukmin, seperti halnya
cinta juga menjadi dasar dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Selain itu, iman dalam
Islam ditegakkan berdasarkan cinta dan kasih sayang, sebagaimana terlukis indah dalam sabda
Rasulullah SAW : "Demi Dzat yang diriku ada di tanganNya, kamu tidak akan masuk syurga
sehingga kamu beriman, dan kamu tidak akan beriman dengan sempurna hingga kamu saling
mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.
" (HR Muslim)
Dalam hadist diatas, Rasullulah SAW menegaskan bahwa jalan menuju ke syurga bergantung
kepada iman, dan iman bergantung kepada cinta. Maka cinta adalah syarat dalam iman, rukun
dalam aqidah, dan asas dalam agama.
Cinta dalam Islam adalah kaidah dan sistem yang mempunyai batas. Ia adalah penunjuk ke arah
mendidik jiwa, membersihkan akhlaq serta mencegah atau melindungi diri daripada dosa-dosa. Cinta
dapat membimbing jiwa agar bersinar cemerlang, penuh dengan perasaan cinta dan dicintai.
Sayangnya dalam kondisi saat ini, cinta yang lahir cenderung penuh hawa nafsu dan menyimpang
daripada tujuan murni yang sebenarnya. Setiap saat, setiap hari kita dibuai dengan lagu cinta, dibuat
terlena dengan tontonan kisah cinta yang menghanyutkan kita ke dunia khayal yang merugikan. Kini
bahkan banyak yang menyalahartikan makna cinta sebenarnya, sehingga terdorong melewati batas
pergaulan dan tatasusila seorang mukmin.

Untuk itu, renungkanlah sejenak hakikat kehidupan kita di dunia. Rasullulah SAW bersabda: "Tidak
sempurna iman salah seorang dari kamu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai diri
sendiri
." Juga sabda Rasulullah, "Barang siapa ingin mendapatkan manisnya iman, maka hendaklah
ia mencintai orang lain karena Allah.
" (HR Hakim dari Abu Hurairah).

Coba

Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS Al-Baqarah: 153)

Daftar Isi

Widget By: [Dunia-Blogger]